Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Ciri-Ciri Wanita Muslimah Sholihah

Ciri-Ciri Wanita Muslimah Sholihah
Ciri-Ciri Wanita Muslimah Sholihah. Tidak jarang kita mendengar kata sholeh atau sholehah yang dialamatkan pada seorang muslim atau muslimah. Kata tersebut bahkan bisa menjadi do'a kita setiap hari agar kita menjadi dan mempunyai sifat yang baik tersebut. Bahkan orang tua kita juga pasti akan berdo'a untuk anak dan keturunannya agar kelak ketika mereka besar menjadi sholeh dan sholehah. Nah, apa sih sebenarnya sholeh atau sholehah tersebut?

Menjadi seorang muslimah yang sholihah merupakan sebuah pilihan dengan perjuangan dan keteguhan hati yang kuat agar tidak kembali berpaling dari ketaatan jalan-Nya. Sebuah hidayah yang harus diusahakan dengan doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh demi mengharapkan pahala di dunia dan akherat kelak.

Dalam berbagai seminar, artikel dan pembahasan tentang wanita sholehah sebenarnya sudah sering sekali diutarakan siapa dan bagaimana ciri wanita sholehah tersebut. Dan semua itu juga sudah tertuang dalam kitab suci Al Qur'an dengan penjelasan ulama yang terpercaya, diantaranya sifat atau ciri wanita sholehah adalah sebagai berikut ini :

1. Menjaga dan menundukkan pandangan. Dalam surat An Nur ayat 30 disebutkan bahwa :
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Dalam kaidah syar'i ketika yang diseru adalah seorang laki-laki maka secara otomatis muslimah pun juga ikut didalamnya. Termasuk juga dalam masalah menjaga pandangan dan memelihara kemaluan ini. Ghaddul bashar adalah menundukkan atau menjaga pandangan, sehingga pandangan tertuju ke tanah, tidak diangkat ke atas. Maksudnya adalah menghindarkan pandangan dari melihat dan menikmati yang bukan mahram beserta seluruh perhiasan yang ada. Dan ternyata menundukkan pandangn ini merupakan karakter bidadari yang tersebut dalam ayat, " Disisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Ash-Shaffat:48). Dana dalam sebuah hadist dikuatkan mengenai pandangan ini sebagai berikut,"Pandangan mata adalah panah beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Hakim).



Semoga kita termasuk orang yang bisa menundukkan pandangan pada lawan jenis dimanapun kita berada.

2. Menjaga lisan. Lisan ibarat seorang raja dalam anggota tubuh kita. Semua tunduk dan patuh padanya, dan ketika ia lurus maka lurus pula semua anggota tubuh yang ada. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Apabila anak cucu Adam masuk waktu pagi hari, maka seluruh anggota badan tunduk kepada lisan, seraya berkata, 'Bertakwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami, karena kami mengikutimu, apabila kamu lurus, maka kami pun lurus, dan apabila kamu bengkok, maka kami pun bengkok'." (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

Seseorang akan bisa mengendalikan lisannya dengan tali kekang syariat sehingga tidak mengucapkan kata-kata kecuali yang bermanfaat untuk dunia dan akherat kelak. Tidak seorang pun dapat selamat dari tergelincirnya lisan kecuali dengan pengendalian tersebut. Bahkan bahaya yang diakibatkan oleh lisan bisa membuat bahaya yang tidak bisa kita fikirkan.
Ketika Aisyah berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Gambaran bagaimanakah bahayanya dikala kurang pandai menjaga lisan.

"Cukuplah bagi Anda bahwa Shafiyah itu orangnya begini, begini."

Maksudnya tubuhnya pendek. Maka Nabi bersabda kepadanya, "Engkau telah mengucapkan suatu perkataan yang bila dicampur dengan air laut niscaya dia akan merubahnya." (HR. Abu Dawud).
 ASTAGHFIRULLOH...

Begitu mengerikannya gambaran akibat dosa bila sahabat Muslimah kurang pandai menjaga lisan ini

3. Menjaga sikap dan perilaku. Siapapun anda yang bersungguh-sungguh dalam menjaga sikap dan perilaku menundukkan hawa nafsu dengan sifat-sifat yang utama, serta menghindari berbagai akhlak tercela niscaya akan mendapatkan banyak kebaikan dan terhindar dari kejelekan-kejelekan yang ada. Untuk mempunyai akhlak yang baik, harus dibiasakan dengan latihan yang terus menerus dan tanpa henti, walaupun ada akhlak yang didapat secara bawaan.

Mujahadah/bersungguh-sunguh dilakukan tidak hanya sehari dua hari saja, namun terus menerus sampai akhir hayat. Seseorang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan kemuliaan akhlak bisa menjadi hidayah dan karunia yang besar yang akan diperolehnya. "Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami maka akan Kami mudahkan untuknya jalan-jalan menuju keridhaan Kami. Dan sesungguhnya Allah pasti bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut: 69).

4. Berpakaian sesuai dengan syar'i. Wanita muslimah selalu berpakaian rapi dengan hijab yang melindungi dirinya, memakai dengan rasa senang hati dan merupakan bentuk rasa syukur atas kehormatan yang diberikan Allah yang menginginkan kesucian bagi wanita yang berhijab tersebut.

Allah berfirman: Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)

Hijab merupakan pakaian yang terlihat secara fisik yang merupakan pancaran dari hati yang terhijabi. Sehingga inner beuty muncul bersamaan dengan hijab yang nampak menyelimuti pakaian sehari-hari. Berperilaku baik dan menjaga hubungan dengan sikap yang terbuka dengan orang lain.

Karakter seorang muslimah dalam menjaga diri akan muncul sebuah perilaku yang baik dalam kehidupan, dan alangkah bahagia seorang suami yang mendapatkan wanita sholehah ini :

a. Wanita muslimah sholehah taat pada suami tercinta. Selalu menjaga suami dengan seiya sekata, sayang padanya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, menjaga hartanya, menasehatinya dengan lembut, memelihara kesejahteraan, serta tidak menyakiti hatinya. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Annisa:34)

Adapun kedudukan seorang suami dihadapan istri, Dari Abu Huraira ra, Nabi SAW. bersabda : “ Sekiranya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri sujud kepada suaminya. “ ( HR. Tirmidzi ) Istri diwajibkan mentaati suaminya selama perintah-perintah itu benar atau bukan dalam kemaksiatan, maka istri wajib menta’atinya.

b. Berusaha untuk menjadikan segala aktifitasnya bernilai ibadah. Salah satunya adalah ketika ditinggal suami maka tidak ada was-was atau khawatir dari suami. Hal ini karena suami yakin bahwa istri akan bisa menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai keburukan dengan tidak berkumpul 'ngrumpi' dengan tetangga atau bisa menjaga diri dari khalwat dengan orang lain. Bisa menjaga amanah harta yang diberikan suami dengan tidak membelanjakan keperluan yang mendesak atau foya-foya sesuka hatinya.

c. Berusaha mendidik anak dengan kasih sayang untuk menjadi muslim yang taat pada Allah swt, mengajarkan aqidah tauhid yang benar, menanamkan dalam hati kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhkan dari perbuatan tercela dan kemaksiatan.

Allah berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)

d. Bisa mengatur waktu agar tidak sia-sia. Sebagai seorang wanita muslimah yang baik, memanfaatkan waktu merupakan salah satu hal yang sangat penting. Sehingga bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk keluarga anak dan suami. Rumah menjadi terlihat rapi dan membuat suami senang ketika pulang kerja dengan capeknya.

e. Senantiasa bertaubat dan memohon ampun atas segala salah dan dosa. Setiap manusia pasti melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang memohon ampun. Dengan begini, maka setiap kita akan bisa bermuhasabah dan instrospeksi diri untuk berbuat lebih baik lagi dikemudian hari, sehinnga tercipta sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Dengan mempunyai ciri wanita muslimah yang sholihah akan memudahkan kita untuk saling mengenal dengan muslim yang lain dan semoga sahabat widjiume.com termasuk dalam wanita yang sholihah, berakhlak Islam dengan baik, berbudi pekerti sesuai dengan tuntunan syari'at untuk menuju surga-Nya kelak. Aamiin.

1 komentar:

  1. Pengen banget punya istri yang sholehah, semoga bisa mendapatkan seperti di atas deh amiin

    BalasHapus

Kami sangat menghargai komentar anda yang membangun dan Anti Spam, akan saya kunjungi balik web anda. Terima kasih