Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Bahaya, Jangan Bebaskan Anak Menggunakan Gadget Apapun Jenisnya

Bahaya, Jangan Bebaskan Anak Menggunakan Gadget


www.widjiume.com - Gadget menjadi salah satu favorit bagi kebanyakan orang belakangan ini. Seolah menjadi indikator bagi kemajuan dan perkembangan jaman yang ditandai dengan banyaknya pengguna berbagai macam hp android yang semakin luas. Berbagai merk mengeluarkan gadget andalan dan favorit mereka sesuai dengan fitur beserta kelebihan yang ada.


Kalau kita amati, harganya juga sudah mulai terjangkau pada masyarakat pedesaan yang notabene gaji pokok masih dibawah 2 juta. Dan dengan membawa uang 1 juta saja sudah dapat membeli hp android dengan kecanggihan untuk menjelajah ke seluruh dunia.


Saya sendiri juga sudah lama menggunakan blackberry sebagai sarana untuk jual beli online. Dan sekarang harus menggunakan android agar whatsapp dapat digunakan. Karena awal tahun 2017 ini, Whatsapp tidak dapat digunakan pada blackberry lama, yaitu selain blackberry android.


Perbedaan perkembangan anak yang sering menggunakan gadget dengan tidak pernah menggunakan


Saya sebenarnya nulis di blog ini karena yang saya alami setelah beberapa bulan terakhir, anak saya stop untuk tidak menggunaan gadget. Baik hp android atau laptop meskipun hanya menonton film anak atau game biasa lainnya.

Baca juga : Cara Mencegah hilangnya Kontak BBM yang Tidak Kita Harapkan

Sebelum saya larang, biasanya anak kami suguhkan dengan film anak-anak yang sudah kami pilih sendiri. Diantaranya lagu anak islam, doa dan film islam yang lain. Jumlahnya lebih dari ratusan judul yang pernah kami koleksi. Sehingga anak akan puas untuk memilih berbagai tontonan yang mereka suka dari hp atau laptop tersebut.


Awalnya kami tidak memberikan secara langsung, hanya sementara saat mereka sakit saja. Kan wajar ya jika anak sakit susah makan, makan cuma sedikit, wajahnya kurang ceria. Sehingga kami beriniatif untuk meminjamkan gadget sebagai tontonan agar lebih mudah makan, anak senang, yang pada akhirnya sakitnya cepat sembuh juga.


Namun setelah sembuh, kebiasaan tersebut tidak dapat dihilangkan. Selalu saja minta hp atau laptop untuk diputar berbagai film yang ada. Meskipun sudah diulang puluhan kali, mereka inginnya tetap menikmati film dan video anak yang mereka suka. Hingga malah susah untuk di arahkan, disuruh mandi susah, disuruh belajar susah, dipanggil tidak segera datang dan masih banyak lagi lainnya.


Paksakan untuk tidak menggunakan gadget

Pada suatu hari, saya dan suami bertekad untuk tidak memberikan gadget jenis apapun pada anak kami. Baik yang berupa hp android, blackberry atau dari laptop yang biasa mereka pantengin setiap hari. Bahkan kalau bisa dibilang, film anak yang mereka tonton bisa diulang-ulang hingga sehari penuh. Ketika kami matikan, mereka hidupkan lagi. Begitu seterusnya.


Semua hp android, laptop kami simpan. Tidak kami berikan, mereka merengek dan mencari dimana-mana, kami pura-pura cuek dan tidak tahu. Awalnya nangis dan sesekali kami hibur agar lupa dengan gadget yang selalu mereka lihat sebelumnya. Dan masalah pertama berhasil, mereka bisa melupakan laptop dari meja yang sudah kami simpan.


Bagian selanjutnya adalah hp android, tentunya ketika kami memakai hp ini akan mereka minta juga. Sehingga awalnya kami menggunakan secara diam-diam agar tidak ketahuan. Namun, hal ini tidak berlangsung lama, karena anak akan dapat mengetahui ketika kami menggunakan hp tersebut. Kontan saja hp mereka minta dengan rengekan dan tangisan yang lama sekali. Karena kami sudah bertekad tidak memberikan gadget, maka tidak pernah kami berikan hari itu.


Ya, setelah kejadian sehari kami larang dan tidak kami berikan gadget, hari selanjutnya anak-anak tidak lagi minta. Ketika mereka ingin mengambil langsung kami tegur,"Hayoo tidak boleh pakai hp". Langsung ditaruh kembali.


Belajar lebih cepat dan perkembangan lebih baik


Anak saya yang nomer 3 berusia sekitar 4 tahun lebih. Dan sampai sekarang bicaranya memang kurang lancar. Kalau minta dan menginginkan sesuatu biasanya dengan bahasa isyarat saja, menunjuk dan menggandengan. Padahal, sebenarnya bisa bicara cuma tidak begitu jelas. Dan keseringan main gadget ini semakin membuatnya kurang berinteraksi dengan luas.


Saya merasakan ada hal aneh setelah kurang lebih sebulan mereka tidak memegang hp atau gadget, anak yang sulit dan malas bicara tersebut kini sering bicara dan ngobrol meskipun bahasa tidak jelas namun kami paham maksudnya. Selain itu mereka juga lebih suka bermain dengan kakak dan adiknya karena tidak lagi ada gadget disampingnya.


Anak saya yang pertama dan kedua juga begitu, hafalannya lebih banyak dan lebih cepat dari beberapa bulan sebelumnya. Awalnya menghafalkan juz 30 saja lama, sekarang sudah bisa juz 29 hampir selesai. Dan itu dalam waktu yang cepat. Hal ini baru saya sadari sejak mereka tidak menggunakan gadget beberapa bulan terakhir.


Dan kini, semua hp dan gadget yang ada tidak pernah anak-anak sentuh lagi. Ketika mereka ingin menggunakan kami hanya melarang dengan perkataan, "Tidak boleh", maka mereka langsung meletakkan kembali.

Baca juga : Cara memindahkan kontak BBM Messenger


Lebih hati-hati memberikan Gadget pada anak usia SMP dan SMA


Pengaruh dunia pergaulan anak luar biasa, apalagi jaman sekarang. Kalau anak susah diatur dan kita tidak tegas, anak akan nekat.

Tidak ada yang terlambat, maka seharusnya sejak dini tanamkan pada anak untuk menghormati orang tua, untuk berbakti pada orang tua. Caranya sentuh dengan hatinya. Biasakan ajak anak untuk mengobrol secara pribadi. Sempatkan waktu bersama untuk anak. Banyak caranya, bisa jalan-jalan bersama, sepedaan, atau main-main. Nah, pada saat inilah kita dapat menanamkan ke anak bahwa apa yang mereka nikmati saat ini tidaklah gratis dan tidak mudah.


Jujru saja dari saya SD sampai saya SLTA, saya sering sekali dinasehatin ibu saya. Bahkan sampai sekarang nasehat itu tidak pernah saya lupakan. Hingga karena hal itulah saya juga harus memberikan nasehat untuk anak saya, bahkan harus lebih baik dari nasehat ibu saya.


Nasehat dari ibu saya tersebut cukup singkat dan padat, namun karena diulang ulang puluhan kali dari SD sampai SLTA maka terpatri pada pikiran saya. Inilah nasehat ibu saya, "Nak, kamu jadi anak yang rajin belajar, rajin ngaji, tidak boleh nakal, rajin menabung, kalau jajan temenya di bagi".


Nasehat inilah yang selalu saya dapatkan hampir setiap saat. Karena keluarga saya orang susah, saya dan ibu biasa duduk di depan teras yang hanya ada tempat duduk saja (bahasa jawa LINCAK). Disitulah ibu saya sering menasehati saya dengan perkataan yang sama, kami biasa bercerita, saya bercerita tentang teman sekolah dan ibu bercerita seputar pekerjaan buruh genteng di pabriknya. Sehingga perasaan saya saat itu memang orang tua berjuang dan bersusah payah untuk memberikan kehidupan bagi anaknya, dengan pekerjaan apapun dilakukan, yang penting halal.


Kembali ke gadget, sebaiknya berikan hp yang bisa untuk sms dan telp saja, tidak lebih dari itu. Karena jika kita memberikan alat komunikasi intinya lancar berkomunikasi. Bukan lewat FB, BBM, atau WA, dimana semua ini membutuhkan dana lebih dari sekedar sms biasa. Jadi kalau bisa dengan sms atau telp, ini sudah lebih dari cukup.

Baca juga : Puluhan Pelajar SMA positiv HIV


Jangan hanya memberikan gadget ke anak, namun anda sendiri tidak bisa dan tidak tahu cara menggunakannya

Ini sama saja bunuh diri. Anak remaja sekarang perlu untuk kontrol secara penuh. Bahkan hp yang dipakai dan digunakan, harus anda awasi. Minimal anda harus bisa dan mengetahui cara menggunakan hp tersebut. Terlebih lagi hp android dengan segudang fitur yang ada.


Kita sebelum memberikan gadget ke anak yang lebih besar, minimal kita lebih tahu bagaimana mengoperasikan gadget tersebut. Jangan sampai anak menyimpan dan selalu mengakses film porno, ternyata kita tidak tahu. Malah tidak bisa sama sekali. Inikan kacau jadinya.


Beberapa saat lalu suami kedatangan seorang bapak yang ingin servis hp. HP eror karena banyak sms yang tidak bisa dihapus. Dan sudah dicoba dengan kartu lain, sms ini tersimpan di hp dan tetap tidak dapat dihapus. Karena penasaran suami, membuka isi sms tersebut beberapa pesan.


Na'udzubillahi min dzalik, ternyata isi beberapa sms tersebut adalah pesan dari pacarnya tentang hubungan badan yang telah mereka lakukan. Jlebbb, langsung kaget bukan kepalang. Akhirnya hp dikembalikan ke bapak tersebut dan dianjurkan untuk di servis tempat lain.


Ini hanya salah satu gambaran saja, dan saya yakin kejadian serupa sangat banyak terjadi. Coba saja lihat tingkah aneh remaja sekarang. Dulu tetangga di bekasi juga begitu, pacaran di depan rumah, orang tua pergi, eh raba sana sini. Bahkan maaf, teman saya sendiri saja juga banyak yang hamil diluar nikah. Meskipun akhirnya dinikahi, ini namanya sudah melanggar aturan dan kodrat sebagai manusia.

Jadi mari kita bijaksana dalam memberikan gadget atau hp pada anak, lindungi mereka sejak dini dengan nasehat baik dan kedekatan hati dengan orang tua. Suatu saat mereka akan sadar dengan sendiri. Namun, jika kita tidak pernah memberikan nasehat dan pendidikan yang baik maka jangan pernah kecewa dikemudian hari.


Ingat, pendidikan di sekolahan tidak akan menjadikan seseorang itu menjadi baik. Sebaliknya, yang menjadikan mereka baik adalah pendidikan dari orang tua dirumah-rumah mereka sendiri. Sudahkah, kita ngobrol santai dengan anak kita hari ini...!!!

http://www.widjiume.com/2017/02/jangan-bebaskan-anak-menggunakan-gadget-apapun-jenisnya.html ]


4 komentar:

  1. Bermanfaat sekali sharingnya, Terima kasih. semoga sy berhasil menerapkan pd kedua putri saya.
    Dan semoga Anda istiqomah menjaga putra/inya dr pengaruh negatif hp..Aamiin YRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam Abu Sarach,

      Semoga kita diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah berbakti untuk agama dan orang tua. aamiin.

      Memang tidak semua orang tua sama dalam memperlakukan anak mereka. Sehingga dengan perilaku yang berbeda tersebut akan dapat membentuk karakter anak yang berbeda antara satu dengan lainnya.

      Bagi kita yang peduli dengan masa depan anak, tidak lantas membiarkan anak kita mengikuti perkembangan jaman tanpa adanya pendamping, membiarkan mereka mengalir begitu saja. Ini tidak benar.

      Orang tua harus lebih pintar dan lebih tahu tentang semua masalah anaknya. Sehingga dapat mengarahkan dan memberikan nasehat sesuai dengan kondisi yang mereka alami.

      Salah satunya adalah mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Sehingga akan lebih membuat mereka berfikir dan merasakan kedekatan dengan orang tua sehingga mereka berperilaku seperti apa yang orang tua nasehatkan. Karena selama anak masih dalam asuhan orang tua maka wajib untuk taat dan berbakti. Bukan pada gurunya, temannya atau orang lain.

      Semoga bermanfaat selamat malam

      Hapus
  2. terimakasih buat artikelnya... ijin share juga yah gan
    dan jangan lupa kunjungan baliknya ke link kami http://idblackwalet.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang,

      Terima kasih telah berkunjung diblog saya ini. Semoga bermanfaat dalam melindungi anak dari berbagai bahaya gadget yang saat ini sangat marak dan mudah sekali untuk digunakan. Apalagi bagi anak yang orang tuanya kurang begitu peduli, asal memberikan saja gadget tersebut.

      Baik, akan saya kunjungi balik
      Terima kasih
      salam

      Hapus

Kami sangat menghargai komentar anda yang membangun dan Anti Spam, akan saya kunjungi balik web anda. Terima kasih