Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Cara Budidaya Ikan Lele Cepat Besar dan Dagingnya Mantap

Cara Budidaya Ikan Lele Cepat Besar dan Dagingnya Mantap - Hai sahabat widjiume.com, kali ini saya akan berbagi bagaimana ternak ikan lele yang menyenangkan. Kok bisa menyenangkan, ya pasti karena hanya sambilan dan bisa juga buat hiburan. Sambil duduk di dekat kolam, kasih makan, anak-anak juga suka banget saat ngasih makan lele ini.

Cara Budidaya Ikan Lele Cepat Besar dan Dagingnya Mantap



Untuk berternak ikan lele tidak perlu lahan yang besar atau butuh kolam khusus. Anda dapat menggunakan terpal yang murah atau MMT bekas yang tidak dilobangi, tentunya mmt yang lebih besar. Contoh mmt atau baliho partai politik, nah itukan besar, jadi bisa dimanfaatkan. 😍


Beberapa bahan persiapan untuk membuat kolam ikan lele

Nah, sekarang kita siapkan terpal kecil ukuran bisa 3 x 4 meter sudah cukup. Harga juga murah, cuma kalau mau yang lebih bagus lagi dapat membeli terpal agak mahal, lebih tebal dan mungkin lebih awet.

Untuk kolam sendiri bisa dibuat ukuran 1.5 x 2 m tinggi maksimal 0.5 m. Kolam sebesar ini sudah cukup untuk membudidayakan sebanyak 500 ekor lele. Dan ukuran yang lebih kecil lagi, saya gunakan untuk membudidayakan 350 ekor lele. Alhamdulillah, setelah 3-4 bulan bisa panen tiap hari, atau beberapa hari sekali selalu masak dengan lele.

Jika sudah dibuat ukuran kolamnya, selanjutnya adalah kita buat lubang pembuangan air dari kolam lele ini. Ini sangat penting karena akan dapat mempengaruhi rasa ikan lele yang anda punya. Apalagi jika kita konsumsi sendiri, maka sebaik mungkin kita buat kolam dengan sirkulasi air yang sehat. Air kita ganti setiap 2-3 hari sekali. Yaitu dengan penambahan air sedikit demi sedikit. Pengaruhnya adalah rasa ikan lele yang akan kita konsumsi, akan sangat berbeda dengan kolam yang kurang baik sirkulasi airnya. Kalau ndak percaya silahkan coba sendiri.

Cara Budidaya Ikan Lele Cepat Besar


Cara membuat sirkulasi pembuangan air kolam lele yang baik


Untuk membuat saluran pembuangan air pada kolam lele, diperlukan beberapa bahan seperti dibawah ini. Nah, sebaiknya letak lubang saluran ini dibuat pada tempat yang lebih rendah sehingga kotoran akan keluar semua melalui lubang pembuangan air ini. Yaitu pada saat air kita ganti, sehingga akan otomatis kotoran dapat keluar sendiri dan air menjadi tampak bening lagi.


Bahan dapat di siapkan seperti dibawah ini :

1. Pipa ukuran 2 inci
2. Sambungan ukuran 2 inci, 1 sambungan lurus dan  1 sambungan L
3. Klem ukuran 3 inci
4. Karet (ban dalam sepeda motor yang sudah tidak terpakai)
5. Gunting
6. Cutter
7. Obeng


Setelah semua alat dan bahannya lengkap, maka sekarang kita akan merakit sirkulasi pembuangan air pada kolam lele tersebut :

1. Masukkan sambungan lurus ke bagian terpal yang akan dilubangi
2. Jepitlah dengan karet ban dalam supaya tidak tergores saat pemasangan klem
3. Pasanglah klem dan kencangkan murnya dengan obeng
4. Buatlah sayatan melingkar pada terpal yang telah di jepit sambungan pipa dan klem
5. Pasanglah pipa pembuangan dibagian luar
6. Pada pipa pembungan tersebut, pasanglah sambungan bengkok dan pipa setinggi 40 cm
7. Untuk bagian dalam, pasanglah pipa sepanjang ± 10 cm yang sebelumnya telah dipasangi saringan

Saringan dapat dibuat dari penutup pipa yang telah dilubangi kecil-kecil atau dibuat dari jaring yang dijepit dengan karet ban dalam. Untuk lebih jelas silahkan lihat pada gambar diwabah ini.


Cara budi daya lele
Bagian dalam saluran pembuangan

cara membuat kolam lele
Bagian luar saluran pembuangan

Alat dan bahan
NB : Untuk sirkulasi ini sebaiknya lubang pembuangan diletakkan pada bagian kolam yang paling rendah sehingga saat kita ganti airnya, air kotor dan kotoran ikan akan dapat keluar melalui saluran pembuangan tersebut. Dengan kotoran keluar dari kolam maka air akan tampak bersih kembali dan tentu saja suasana kolam menjadi lebih bening. Manfaat ini ternyata membuat ikan lebih sehat juga. Daging yang dihasilkan saya yakin akan lebih enak yang menggunakan sirkulasi dan penggantian air secara berkala dari pada tidak diganti sama sekali seperti pada kolam permanen. Ini sudah saya buktikan sendiri. Jika anda beli ikan lele, kemudian kamu goreng dan butuh waktu lama untuk kering saat digoreng maka bisa jadi ikan lele di pelihara pada tempat yang kurang bersih. Rasanya juga beda dengan yang sering diganti. Makanya, ini sangat baik jika untuk konsumsi sendiri.


Setelah kolam siap selanjutnya, isi air setengah kolam dan biarkan dahulu selama seminggu. Setelah seminggu bisa diganti airnya sebagian dan bibit siap untuk di tebarkan.


Pemilihan bibit ikan lele yang baik

Kalau ini tergantung dari anda saja, mau jenis ikan lele yang mana bisa anda pelihara. Kalau untuk sendiri saja sudah cukup untuk membuat lauk setiap hari setelah 2 bulan. Saya juga sebenarnya tidak tahu jenis lele yang saya pelihara. Setelah besar sih sama dengan lele yang dibeli dipasar-pasar juga. Cuma mungkin rasa lele yang berbeda, lele saya lebih enak rasanya. 😙

Waktu itu saya beli bibit lele 50 ribu, dapat 350 ekor dengan ukuran sekitar 3 cm. Ini lele biasa seperti yang di jual dipasar pasar. Ndak tahu juga apa namanya, yang jelas seperti itu. Nah, ada juga yang disebut dengan lele sangkuriang. Konon lele ini dapat lebih besar sampai ukuran 2 m. Tentu saja dalam masa yang tidak sebentar. Mungkin butuh waktu tahunan untuk bisa mencapai ukuran tersebut.


Faktor pemicu perkembangan lele agar cepat besar dan gemuk

Setelah melihat beberapa peternakan ikan lele ini banyak sekali cara yang digunakan dalam mengembangbiakkan lele agar cepat besar. Mulai dari cara pemberian pakan yang dibuat sendiri sampai dengan membeli suplemen makanan yang digunakan untuk campuran makan ikan lele.

Kalau cara alami yang biasa digunakan dalam menyiapkan kolam lele, ada yang membuat pakan sendiri dengan kotoran sapi atau kompos. Banyak cara yang bisa dilakukan dengan cara ini. Namun, saya tidak menggunakan cara ini, karena untuk saya konsumsi sendiri, jadi hanya menggunakan pelet saja.

Untuk ukuran pelet yang digunakan adalah yang paling kecil dulu, kira-kira mulut lele dapat menelan pelet tersebut. Baru kemudian akan semakin besar pelet yang kita berikan. Kalau lele sudah mencapai ukuran 4-5 cm dapat diberikan pakan pelet setiap saat. Semakin sering malah semakin bagus.

Saat sudah berumur 3-4 minggu, saya berikan keong dari sawah. Keong tersebut memang tidak sengaja untuk saya cari, namun karena orang tua sering pergi kesawah untuk mengambil hama keong tersebut maka, dari pada dibuang di bawa kerumah saya untuk diberikan ke lele. Tidak tanggung-tanggung, banyak deh pokoknya.

Anda juga bisa lihat di youtube bagaimana cara membuat pakan dari keong sawah. Kalau saya simple saja sih, keong tersebut cukup di rebus dan dikeluarkan, kemudian dikasih ke lele. Untuk merebus keong sebaiknya gunakan panci yang sudah jelek, karena akan dapat membuat kotor panci saat merebus keong. Rebus sampai mendidih kemudian diamkan sampai dingin. Setelah dingin, anda dapat mengeluarkan isi keong dengan bambu lancip [seperti tusuk sate].

Itu saja cara saya mengembangbiakkan lele yang sederhana dan simple. Jangan lupa untuk selalu mengganti air setiap 2 atau 3 hari sekali. Caranya cukup mengalirkan air ke kolam sedikit sedikit, yaitu dari tempat terjauh dari lubang pembuangan. Misal lubang di pojok selatan, maka alirkan air di pojok utara. Sehingga air kotor akan dapat keluar melalui saluran pembuangan. Biarkan sampai 3-4 jam, sampai air lebih jernih dari sebelumnya.

Selamat mencoba dan rasakan lele yang nikmat dan lezat.
http://www.widjiume.com/2017/02/cara-budidaya-ikan-lele-cepat-besar-dan-mantap.html ]

0 komentar:

Poskan Komentar

Kami sangat menghargai komentar anda yang membangun dan Anti Spam, akan saya kunjungi balik web anda. Terima kasih