Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Waspadai Obesitas Pada Anak Sekarang Juga dan Jangan Abaikan

Waspadai Bahaya Obesitas Pada Anak Sekarang Juga dan Jangan Abaikan. Sampai saat ini ada anggapan yang sehat adalah anak yang gemuk. Seringkali ibu-ibu merasa bangga kalau anaknya sangat gemuk, mereka merasa kecewa jika melihat anaknya tidak segemuk anak tetangganya. Para orangtua menganggap anaknya yang gemuk  sebagai lambang kemakmuran dan kesuksesan orang tua dalam mengasuh anaknya

Obesitas Pada Anak
Waspadai Obesitas Pada Anak Sekarang Juga dan Jangan Abaikan


Pada  tahun 1998, WHO mengatakan adanya epidemi global dan obesitas. Angka kejadiannya meningkat tidak saja di Negara-negara maju tetapi juga dinegara berkembang. Perkembangan teknologi dengan penggunaan kendaraan bermotor dan berbagai media elektronik berdampak pada berkurangnya aktifitas fisik yang akhirnya mengurangi pengeluaran energi. Selain itu, mendunianya makanan cepat saji gaya barat merubah pola makan local. Berkembangnya gaya hidup santai menambah timbunan lemak dalam tubuh.


Apakah Obesitas Itu ?

Obesitas berasal dari bahasa latin : obesus; obedeve yang artinya kegemukan. Kegemukan sering dihubungkan dengan jumlah timbunan lemak yang berlebihan


Cara mengetahui obesitas


Untuk mengukur apakah suatu tubuh itu mengalami obesitas atau tidak maka secara fisik dapat terlihat dari besarnya tubuh yang tidak sesuai dengan tingginya badan. Karena ini sangat erat berhubungan dan tidak dapat dipisahkan yaitu antara tinggi badan berat badan.


Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui obesitas pada anak kita :

1. Indeks broca

broca mengusulkan suatu cara yang sederhana dan praktis untuk diterapkan.
a. Berat tubuh normal (kg) = Tinggi badan (cm) – 100
b. Berat tubuh ideal (kg) = berat tubuh normal – 10 %
c. Obesitas (kg) = lebih berat 15 % dari berat tubuh normal

2. Indseks Massa Tubuh

IMT = BT (kg) / TT (m)2
Keterangan :
IMT = Indeks massa tubuh
BT = Berat Tubuh (kg)
 TT = Tinggi tubuh (M) dalam kuadrat
Dan rumus indeks massa tubuh dapat disimpulkan :
a. Berat tubuh normal (kg) = IMT < kg
b. Berat tubuh ideal (kg) = IMT 24-30 kg
c. Obesitas (kg) – IMT > 30 kg


Faktor-faktor Penyebab Obesitas


1. Faktor Genetik

Obesitas sudah dapat terjadi sejak bayi: 15% obesitas pada masa bayi, 25% obesitas pada balita, 50% diatas usia 6 tahun. Bila kedua orang tua obesitas, sekitar 80% anak-anak mereka akan menjadi obesitas. Bila salah satu orang tua obesitas kejadiannya bisa 40%, dan bila kedua orang tua tidak obesitas kejadiannya bisa hanya 14 %


2. Faktor lingkungan

a. Nutritional (perilaku makanan)

Pemasukan energi lebih besar daripada energi yang digunakan. Contohnya pemberian susu botol dari pada bayi yang cenderung diberikan secara berlebihan. Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji (junk foods dan fast foods) yang umumnya mengandung energy tinggi karena 40-50% nya berasal dari lemak. Kebiasaan lain adalah mengkonsumsi makanan camilan yang banyak mengandung gula sambil menonton televisi.

b. Sosial Ekonomi

Sosial ekonomi yang meningkat menyebabkan peningkatan frekuensi dan jumlah makanan yang dimakan. Makanan jajanan yang tersedia sering menjadi pilihan.

3. Faktor Psikologis

Makanan berlebihan dapat terjadi sebagai respon terhadap stress, bosan, marah atau sedih. Selain itu dapat juga sebagai respon terhadap rangsang dari luar seperti iklan makanan di televise

4. Faktor hormonal

Sebagian kecil kasus obesitas dapat dijelaskan sebagai akibat dan gangguan hormonal, misalnya pada hipotiroideisme dan defisiensi hormone pertumbuhan yang menyebabkan penurunan jumlah kalori yang keluar

5. Kurang aktifitas fisik

Aktifitas fisik jelas mengatur keseluruhan keseimbangan kalori, disamping itu anak obesitas tinggi cenderung kurang aktif, sehingga akan menambah berat badan secara otomatis.

Waspadai Bahaya Obesitas Pada Anak Sekarang Juga dan Jangan Abaikan


Dampak Obesitas Anak


Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang beragam, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Kita harus berhati-hati dan bisa membuat tubuh tetap sesuai dengan ukuran yang ada, tidak berlebihan. Berikut ini adalah beberapa penyakit sebagai akibat dari dampak obesitas :

1. Penyakit kardiovaskuler
2. Penyakit paru-paru
3. Diabetes mellitus
4. Arthritis (radang sendi)
5. Kadar Fe dan Zn yang rendah berakibat pada penurunan mekanisme imunologik (daya tahan tubuh)
6. Kelebihan metabolism
7. Penyakit kulit pada daerah lipatan (leher, ketiak, pangkal paha)


Penanganan Bagi Obesitas


Karena dampak obesitas sangat berbahaya untuk tubuh kita, maka harus ada penanganan yang baik demi kesehatan yaitu dengan cara menurunkan berat badan tersebut. Ini menjadi kunci sebelum kita mengidap berbagai penyakit akibat obesitas tersebut. Untuk mengatasi hal itu maka ada beberapa penanganan yang terbaik untuk kesehatan tubuh kita :

1. Modifikasi Diet

Perlu mengkonsumsi beraneka ragam makanan yang relative rendah kalori, namun tinggi nilai gizinya, tanpa membuat anak merasa kelaparan. Makan bersama keluarga dapat membantu anak didalam mengambil porsi makan yang cukup dan tidak berlebihan. Lebih banyak makan buah dan sayuran. Anak diajarkan dan diberikan pengertian untuk tidak sering-sering mengkonsumsi makanan tinggi kalori (misal biscuit, es krim, snack, es, gorengan, fast food)

2. latihan fisik yang sesuai

Dapat dilakukan secara sederhana yang murah, misalnya bersepeda, renang, berjalan kaki kesekolah, sepak bola. Dimana intinya adalah latihan yang dapat meningkatkan aktifitas fisik tubuh agar tidak obesitas

3. modifikasi perilaku anak

Harus dihindarkan aktifitas yang dapat membuat terjadinya timbunan lemak pada anak, misalnya menonton televise yang terlalu lama, bermain video game yang biasanya sampai berjam-jam, bermain computer, bermalas-masalan dan terlalu banyak tidur. Intinya buat anak kita aktif secara gerak yang akan dapat membakar lemaknya

4. keterlibatan keluarga dalam terapi yangdilakukan

Keterlibatan keluarga adalah paling efektif jika orang tua dan saudara terlibat dalam usaha untuk mengubah pola hidup keluarga. Meskipun hanya 1 anak yang mengalami obesitas dalam keluarga tetap harus dilakukan upaya untuk mengatasinya. Aktivitas dan dukungan terhadap mental anak sangat penting memberikan efek guna mengurangi berat badan berlebih yang terjadi.



Tips Untuk Mencegah Obesitas



Mencegah terjadinya obesitas jauh lebih baik daripada mengobatinya, yang penting adalah bagaimana mengubah pandangan masyarakat agar tidak lagi ada anggapan bahwa gemuk identik dengan sehat dan makmur. Berikut ini adalah tips sederhana :

1. Jangan memberikan makanan/minuman tiap akan menangis sebagai hadiah
2. Ajak anak beraktifitas fisik sejak dini, misal bersepeda, lari pagi, berenang.
3. Dengan melakukan permainan yang menarik untuk anak. Main kucing kucingan, kuda-kudaan outbound dan lain sebagainya
4. Memberikan makanan yang bergizi tinggi
5. Membatasi anak dari bermain video game atau nonton televise yang berlebihan
6. Mengganti cemilan berupa biscuit, snack dengan buah-buahan.


Mulai sekarang sudah sepantasnya kita tidak mengukur gemuknya seorang anak adalah karena gizi cukup dan terpenuhi. Begitu juga anak yang kurus juga tidak menjamin kepastian untuk kesehatannya. Yang perlu untuk kita pahami dalam masalah seperti ini adalah kewajaran atau sesuai dengan idealnya tubuh anak. Tidak terlalu gemuk dan juga tidak terlalu kurus. Semoga bermanfaat buat semua orang tua. Terima kasih www.widjiume.comWaspadai Obesitas Pada Anak Sekarang Juga dan Jangan Abaikan

3 komentar:

  1. ya, kebanyakan orang tua menganggap kalau gemuk itu anaknya sehat. ternyata tidak ya.

    intinya sih jangan terlalu gemuk dan kurus. sedang saja. sehingga tumbuh kembang anak tidak terganggu,

    BalasHapus
  2. mbk Umi, terima kasih telah berkunjung di blog saya.

    Ya, begitulah kebanyakan orang pada umumnya. Gemuk tidak dapat menjadi ukuran anak tersebut sehat. Begitu juga yang kurus juga tidak menjadi patokan anak tidak sehat.

    Setiap anak punya karakter pertumbuhan masing-masing. Tidak sama antara satu anak dengan yang lain. Ke 5 anak saya juga semua berbeda. dan makanan dan kesukaan mereka juga tidak sama, sehingga memungkinkan adanya pertumbuhan secara fisik yang berbeda pula. yang penting bagi kita sebagai orang tua adalah memberikan yang terbaik buat anak, baik makanan ataupun pendidikan untuk pertumbuhan otaknya.

    semoga tulisan diatas bermanfaat untuk para orang tua.

    Terima kasih, selamat siang
    Selamat beraktifitas.

    BalasHapus
  3. Yg penting anak sehat dengan perkembangan apa adanya. Jangan kira setiap anak yang gemuk itu sehat, bisa jadi sebaliknya. Atau jangan mengira anak kurus itu sakit2an.

    Yang kita harapkan pada se4tiap anak kita memang sehat dan menjadi anak yang tahu serta berbakti pada orang tua.

    Semoga mereka menjadi anak yang berbakti pada orang tua dan agama. Sekarang ini sangat parah pergaulan remaja, sehingga yang terpenting adalah membentengi diri pada anak2anak kita

    BalasHapus

Kami sangat menghargai komentar anda yang membangun dan Anti Spam, akan saya kunjungi balik web anda. Terima kasih