Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Inilah Alasan Kenapa Menikah Bisa Menyempurnakan Separuh Agama...!! Sudah Berani Belum!!

Menikah merupakan satu hal yang indah bagi seorang muslim. Dengan menikah akan banyak manfaat yang akan diperoleh bagi kedua pasangan baik laki-laki ataupun perempuan. Bahkan kalau kita cermati semua nabi dan rasul juga menikah, apalagi bagi kita sebagai umat Rasulullah SAW yang harus meneladani beliau dalam sunnahnya. Dalam sebuah hadist disebutkan :

“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400)


Alasan Menikah Bisa Menyempurnakan Separuh Agama
Alasan Kenapa Menikah Bisa Menyempurnakan Separuh Agama

Banyak sekali hadist yang menyebutkan anjuran untuk menikah yang lain, sehingga kadang-kadang saya mengelus dada ketika ada seoarang pemuda atau wanita yang sudah sangat berumur belum juga menikah. Dengan berbagai alasan yang tidak jelas juga. Ada yang sudah umur berkepala 4 ada juga yang berkepala 5. Kalau dilihat dari face dan pendapatan, saya rasa sudah lebih banyak dari teman yang sudah menikah. Sangat disayangkan, karena banyak sekali manfaat dari menikah dari pada hidup melajang.

Tulisan sebelumnya : Cara Berdandan Yang Terlarang Bagi Muslimah

Akibat Menunda Atau Mempersulit Pernikahan


Akibat dari menunda atau mempersulit pernikahan biasanya ada beberapa alasan yang kadang kala tidak bisa kita terima. Karena betapa banyak orang yang menikah dengan kondisi lebih parah dari yang difikirkan orang yang menunda pernikahan. Adapun beberapa alasan menunda pernikahan tersebut seperti dibawah ini :

1. Alasan menunda pernikahan karena belum menemukan pasangan yang cocok. Kita tidak akan pernah dapat menemukan orang yang sesuai dengan keinginan kita. Pasangan cocok itu relatif, artinya dalam perjalanan waktu akan dapat menyesuaikan diri sesuai dengan perbedaan masing-masing pasangan. Saya dan anda mempunyai masalah yang berbeda. Begitu juga dengan pasangan anda, ketika anda merasa cocok dengan satu hal, pasti akan menemukan satu hal lain yang tidak cocok. Inilah yang harus kita pahami dari pasangan kita. Begitu juga sebaliknya. Dalam perjalanan pernikahan akan menemukan suatu keselarasan dalam rumah tangga dengan usaha yang anda lakukan, sehingga akan menemukan kecocokan yang sejati.

Baca Juga : 10 Orang yang Dijamin Masuk Surga


2. Alasan menunda pernikahan belum cukup dana atau ongkos. Sejatinya pernikahan seperti apa yang anda inginkan? Pada dasarnya manusia memang tidak pernah ada kata cukup. Diberi satu lembah emas, minta dua, dikasih dua minta 3 dan seterusnya. Sehingga cukup disini bersifat relatif, sesuai dengan kadar kemampuan kita untuk menikah. Tidak memberatkan setelah menikah dengan berlebih-lebihan dalam pesta pernikahan. Menyesuaikan standar isi kantong akan dapat mempercepat anda menikah, dan membuat anda lebih cepat selamat dan berkah.


3. Alasan menunda pernikahan belum siap mental. Mental seperti apa yang anda inginkan? Justru dengan melangsungkan pernikahan itulah anda akan menemukan hal-hal yang dapat mendidik mental anda berdua. Masalah dan problem yang anda hadapi akan menumbuhkan mental yang anda harapkan, menjadikan anda dewasa dan memahami pasangan masing-masing.


4. Alasan menunda pernikahan masih ingin bebas dan beban ringan. Siapa bilang jomblo itu bebas dan ringan bebannya? Dulu mungkin begitu, namun setelah menikah baru merasakan ternyata menikah itu lebih bebas dan ringan. Beban fikiran dan pekerjaan ditanggung berdua, lebih enak bisa berbagi fikiran dengan pasangan. Kalau begini, akan lebih ringan dari pada jomblo dulu. Bahkan banyak yang menyesal setelah menikah, kenapa tidak dari dulu saja ya ?


5. Alasan terakhir, masih ada hal lain yang menuntut skala prioritas yang sulit dijalankan berbarengan dengan pernikahan, ini alasan yang paling dekat dan paling mungkin diterima dengan catatan hal tersebut memang skala prioritas dalam arti sebenarnya dan bukan dibuat-buat, lebih-lebih jika hal yang dimaksud adalah sesuatu yang mulia, misalnya dia masih harus membantu mengentas keluarganya dan adik-adiknya, jika dia menikah maka sulit baginya membantu mereka. Ini masuk akal, namun yang lebih baik lagi menurut hemat penulis adalah mencari cara bagaimana kedua perkara ini bisa berjalan seiring tanpa saling mengalahkan. Ini yang lebih baik.

Baca Juga : Ciri-ciri Wanita Muslimah Sholihah

Itulah beberapa alasan yang menunda pernikahan, meskipun begitu alasan diatas mungkin bukan yang sebenarnya. Karena tidak sedikit yang pada dasarnya adalah ketakutan dan ke khawatiran yang tidak jelas. Sehingga muncul berbagai alasan diatas. Semoga salah...

Berikut ini beberapa ayat dalam Al Qur'an tentang pernikahan yang dapat memberikan anda kekuatan dan kemantapan hati untuk segera menikah.


1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32)

2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).

4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

Baca Juga : Trend Jilbab Gaul

8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).

10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36)


Menikah bisa menyempurnakan Agama


Banyak yang menyebutkan kalau dengan menikah berarti sudah menyempurnakan sebagian atau separuh dari agamanya. Sehingga tinggal menyempurnakan separuh dari yang lainnya dengan penuh ketakwaan. Dalam sebuah hadist yang terkenal disebutkan tentang hal itu, adapun bunyi hadist tentang manfaat menikah tersebut sebagai berikut :


“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah atas separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)"


Begitu juga dengan pendapat beberapa ulama tentang separuh dari menyempurnakan agama berbeda-beda. Dan semua menuju pada solusi untuk seseorang agar lebih terjaga dari perbuatan yang diharamkan, atau lebih mendekatkan dalam ibadah.

Umumnya, manusia sangat sulit untuk melepaskan godaan dalam dirinya yaitu yang berkenaan dengan kemaluan. Disamping itu juga akan dapat membuat seseorang terjaga harga diri dan kehormatannya. Bahkan dalam sebuah hadist disebutkan :

“Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006)

Dengan menikah, seseorang akan dapat membentengi diri dari syahwatnya dan lebih dapat menjaga pandangan. Syahwat dalam tersalurkan pada istrinya dan menjadikan mata tidak jelalatan karena dorongan syahwat yang terus bergejolak tersebut. Jika menikah tidak dapat mencegah dari hal ini maka, separuh dari agamanya belum dapat terpenuhi.

Makna lain dari menyempurnakan agama adalah masalah dalam pernikahan tersebut. Kalau kita tahu yang kita hadapi bukan saja istri kita. Namun keluarga istri juga bisa saja membuat kita pusing. Karena hal ini tidak dapat kita elakkan. Belum lagi masalah keluarga orang tua dan saudar kita sendiri.

Saat masih bujang mungkin masalah begitu kecil dalam keluarga dan saudara kita, namun setelah menikah akan lebih meluas dan lebih besar serta kompleks. Maka tidak heran dengan berbagai masalah ini akan membuat kita lebih dewasa dan dapat mengambil sikap yang baik sebagai seorang muslim. Ingat ya, kita hidup ini sebagai ujian. Maka kerjakan ujian tersebut dengan sebaik mungkin.

Kalau kita ingat saat kita ujian dalam sebuah ruang kelas, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik mungkin yang kita bisa, kita upayakan semaksimal mungkin, sampai batas akhir kekuatan kita untuk melalui ujian tersebut. Toh, ketika waktu sudah berakhir maka kita sudah berusaha sebaik dan semampu yang kita bisa.

Namun, jika dalam ruang ujian itu kita leha-leha, tidur-tiduran bahkan hanya ikut-ikutan saja, maka besar kemungkinan kita tidak akan pernah dapat lolos dalam ujian. Bisa saja kita akan semakin dibuat susah dengan ujian tersebut, bisa kena teguran dari pengawas dan lain sebagainya.

Ingat, "Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya." (Al-Baqarah: 286)

Saat kita SD tentu saja yang kita kerjakan soal ujian SD, anak kuliah mengerjakan soal kuliahan, tidak mungkin terbalik atau bahkan tertukar. Jadi yang terpenting bagaimana menghadapi dan berusaha untuk menjalani ujian dengan sebaik mungkin.

Tidak perlu membanding-bandingkan dengan keluarga orang lain. Semua sudah pasti punya masalah sesuai dengan kadar kesanggupan masing-masing. Disamping itu juga ada sisi kelemahan dan kelebihan juga.

Inilah Alasan Menikah Bisa Menyempurnakan Agama