Situs yang menyajikan informasi tentang wanita,kesehatan, kecantikan, rumah tangga dan berbagai tips menarik lainnya. Jual cream sari, kanza, minyak bulus, acerola, bianka viex, biex, CX, tulipware | WA 08569834604

Dunia Baru yang Tiada Lagi Malu dan Tabu

www.widjiume.com - Tidak selamanya yang nampak indah itu benar-benar indah. Banyak diantaranya hanyalah keburukan yang dibungkus perhiasan untuk mengelabuhi pandangan. Namun tabiat umum manusia, cenderung cukup dengan yang dhohir saja tanpa peduli apa sejatinya

Dunia Baru yang Tiada Lagi Malu dan Tabu


Mimpi kaum sekuler

Demikian pula slogan kebebasan yang diusung kaum sekularisme, nampak indah dan menjanjikan kemanisan layaknya madu. Padahal sejatinya buruk dan amat beracun. Sekularisme dengan azas memisahkan agama dari kehidupan, menyodorkan ide kebebasan dalam semua hal. Ia menawarkan secara mutlak pada setiap individu untuk hidup sesuai dengan keinginannya masing-masing secara bebas. Tidak ada yang boleh mengekangnya, tidak pula aturan atas nama apapun termasuk agama. Semua boleh, segalanya sah, tidak ada yang salah atas nama kebebasan dan hak asasi?! Itulah mimpi tentang dunia baru yang sebagian sudah wujud di tengah kita.

Agama hanya menjadi simbol dan perannya disingkirkan. Adanya tidak lebih dari formalitas berkala jika diperlukan. Bagian yang cocok diambil, yang bertentangan dengan nafsu disingkirkan. Satu model kehidupan yang berasaskan kekafiran Yahudi, Nasharani dan orang-orang musyrik.

Pengkal kerusakan

Siapapun yang mau mencermati semua kehancuran dalam kehidupan ini, niscaya ia tidak akan menemukan di antara sebabnya  yang paling pokok kecuali ide sekuler ini.puncak dari semuanya adalah pemahaman bahwa pilihan sikap, perbuatan dan perilaku merupakan hal setiap pribadi. Tidak boleh ada yang merecoki. Karenanya, di zaman ini kita saksikan kemungkaran dipertontonkan secara terang-terangan. Zina, khamr, judi, riswah dan berbagai tindak kriminal sepertinya bukan menjadi hal yang tabu lagi. Bahkan telah menjadi standar status sosial dan pelakunya justru mendapatkan kehormatan.

Semua perbuatan apapun itu, apalagi kemungkaran, jika sudah menjadi kebiasaan dan dibiarkan secara terang-terangan niscaya akan menyebar dan menular dengan lebih cepat. Ia akan segera mendapat pengikut dari orang yang terbiasa menyaksikannya, kemudian dengan sendirinya menerima baik sadar ataupun tidak , sehingga mereka tidak sadar telah menjadi korban dari sebuah kebebasan yang selalu mereka saksikan. Inilah yang akan membahayakan generasi kita dan saat ini telah terjadi dimasyarakat tengah-tengah kita.

Kemungkaran terang-terangan

Di antara kasus yang paling menonjol dan dapat kita gunakan sebagai bukti adalah perzinahan dan dan seks bebas yang mewabah seolah tanpa terkendali. Bahkan semua sarana dan ideom seperti dikreasi dan dikembangkan untuk menumbuh suburkan budaya rusak yang satu ini. Kehidupanpun dikelilingi simbol-simbol seks dan pornografi sudah menjadi maen stream arus utama dalam masyarakat

Pengikut dari paham dan praktek ini bukan lagi dari kalangan usia dewasa saja, bahkan anak-anak SMP pun telah banyak yang terpedaya. Pernah sala seorang psikolog dan permerhati remaja berkata, “Jika lima tahun yang lalu remaja awal umur yang datang menanyakan apakah ciuman bisa menyebabkan kehamilan, sekarang seusia mereka tanpa malu berani menanyakan bagaimana memuaskan pasangan.”
Sebagai bukti dari praktek zina ini sudah banyak di publikasikan BKKBN yang melakukan penelitian pada tahun 2002 sebanyak 2.880 remaja usia 15-24 tahun di enam kota di Jawa barat 26,6% sudah pernah melakukan ZINA atau seks bebas

Demikian juga hasil riset Synote tahun 2004 di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Dari 450 koresponden, 44% sudah mengaku berzina pertama kali pada usia 16-18 tahun. Bahkan ada 16 responden yang melakukannya sejak usia 13-15 tahun. 40% responden melakukannya dirumah, 16% melakukannya di kos dan 20% di hotel.

Kalau boleh saya tanya, bagaimana kondisi remaja sekarang ini ??

Kebebasan bukan peradaban

Kalau kita perhatikan perkembangan masyarakat global adab ini ditandai oleh 2 logika yaitu logika pelepasan nafsu (libido) dan logika kecepatan, dimana kedua logika ini sangat potensial bagi kebangkrutan sosial masyarakat. Sungguh seperti apapun teknologi dan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menopang ide kebebasan ini, betapapun canggih kemasannya, sama sekali hal itu bukan menjadi ukuran bahwa bangsa yang menguasainya adalah bangsa yang beradab. Dan budaya amoral, bagaimanapun mutakhir kemasannya, justru menjadi ukuran yang pasti pada penganutnya karena menyamakan dirinya dengan binatang ternak.

Dan mungkin kita pernah mendengar atau membaca tulisan orang sekuler bahwa aurat itu tidak perlu ditutupi karena dapat meredam gejolak nafsu kaum laki-laki. Itu menurut pemikiran mereka, namun yang terjadi malah sebaliknya, negara yang mempertontonkan aurat justru mempunyai angka seks bebas yang tinggi. Artinya, aurat yang biasa terbuka malah lebih parah lagi, membuat gejolak nafsu baik laki-laki atau perempuan lebih besar. Perempuan layaknya penggoda yang menawarkan kesempatan laki-laki untuk di zinai. Dan tidak heran banyak sekali kasus penyakit seks yang mengerikan, tingginya aborsi, kurangnya keinginan untuk menikah, banyak kasus anak tanpa ayah dan lain sebagainya. >> Dunia Baru yang Tiada Lagi Malu dan Tabu

Semoga anak kita kelak terlindungi dari perilaku kebebasan ini...!!